Cost Benefit Analysis

Karakteristik dari Cost Benefit Analysis meliputi:
• Cost-benefit analysis didasari oleh filsafat “Utilitarianism”. Utilitarianism sebuah filsafat yang memandang bahwa benar tidaknya suatu tindakan/kebijakan ditentukan oleh besar kecilnya manfaat-bagi-semua pihak.
• Cost-benefit analysis biasanya digunakan oleh pemerintah untuk mengevaluasi adanya suatu intervensi pasar. Tujuannya adalah untuk mengukur efisiensi relatif dari intervensi pada status quo. Biaya dan manfaat dari dampak intervensi dievaluasi dalam hal keinginan masyarakat untuk mendapatkan keuntungan (benefit) atau keinginan mereka untuk menghindari biaya (cost)
• Cost-benefit analysis biasanya melibatkan perhitungan menggunakan Formula nilai uang berdasarkan waktu. Hal ini dilakukan dengan mengubah biaya dan manfaat suatu nilai uang pada masa depan yang diharapkan mengalir dari jumlah biaya dan manfaat pada nilai saat ini (pertumbuhan dari suatu inflasi dan sistem moneter).

• Karena yang dianalisis adalah intervensi pasar, maka Cost-benefit analysis sangat berkembang di Negara Kapitalis seperti Amerika Serikat, Uni Eropa dan Inggris.
Apa yang disebut manfaat di sini masih diukur dengan ukuran-ukuran yang sifatnya sangat anthropocentric (Manfaat bagi suatu kelompok manusia tertentu).
Asumsi-asumsi dasar Utilitarianism (fondasi Cost Benefit Analysis):
• Manusia adalah konsumen yang paling tahu tentang kebutuhannya.
• Dalam posisi sebagai konsumen itulah dia menentukan kebutuhannya, mendefinisikan apa saja yang dianggap bermanfaat dan apa yang paling diperlukan.
• Contoh dalam kehidupan : Seorang manajer produk membandingkan pengeluaran berupa manufaktur dan kegiatan pemasaran untuk proyeksi penjualan pada pembelian produk yang diusulkan, dan memutuskan untuk memproduksi jika ia berharap mendapatkan penerimaan yang mengganti biaya ganti rugi (keuntungan). Jika nantinya justru lebih besar pengeluaran daripada penerimaan, dia akan tidak jadi membeli suatu produk atau membeli produk lain yang lebih murah.
• Dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhanya, manusia didorong oleh motif-motif yang berorientasi pada dirinya sendiri.
Keterbatasan Cost Benefit Analysis
• Cost Benefit Analysis dilakukan untuk mengoptimalkan efektifitas dan efisiensi keputusan yang diambil sehingga ada pihak yang merasa tidak puas dengan keputusan yang diambil.
• Kalangan ecocentris memandang bahwa suatu keputusan tidak bisa serta merta dianggap benar hanya karena memenuhi kriteria efektifitas/efisiensi.
Ada dimensi-dimensi lain yang harus diperhatikan:
– Dampak keputusan tersebut terhadap kelangsungan alam
– Ethical standing yang mendasari keputusan.
• Cost Benefit analysis hanya dapat dilakukan pada suatu Negara yang menganut sistem Kapitalisme dimana hanya para pemilik modal yang berkuasa dan mereka adalah yang menguasai pasar dimana pemerintah tidak berfungsi sebagai pengatur (Regulator) tapi hanya sebagai pengamat ekonomi. Contohnya yaitu di Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris dan lain-lain.
• Metode-metode tersebut tidak merubah posisi etikal manusia terhadap alam. Segala sesuatunya masih diukur dengan ukuran yang menjadikan manusia sebagai homo mensura.
• Metode-metode di atas cenderung mereduksi makna lingkungan hidup dalam hitung-hitungan matematis, yang seringkali memunculkan kesalahan pengkategorian antara preferences dengan values/judgements.
• Ketidakakuratan argumen pada Cost benefit analysis dapat menjadi penyebab yang akan menjadi risiko dalam suatu perencanaan, karena ketidakakuratan penilaian Cost-benefit analysis yang didokumentasikan dapat menyebabkan keputusan yang tidak efisien dan efektif sehingga salah mengambil keputusan yang mengakibatkan kerugian.
• Selama Cost-benefit analysis, nilai moneter mungkin menjadi tugas dengan pengaruh kurang nyata seperti berbagai risiko yang dapat berkontribusi untuk kegagalan pada sebagian atau total proyek, hilangnya reputasi suatu perusahaan, penetrasi pasar, jangka panjang strategi perusahaan dan pensejajaran perusahaan.
Solusi untuk Cost-Benefit Analysis
Mengingat kelemahaan-kelemahan yang terkandung di dalamnya, ada upaya untuk mengeleminir kelemahan Cost-benefit analysis.
• Cara 1
– mengakomodir aspek lingkungan hidup dalam perhitungan-perhitungan ekonomi.
– Dampak suatu kebijakan pada lingkungan coba untuk dikonversi dalam hitungan matematis ekonomis dengan harapan dampak lingkungan dari aktifitas pasar bisa diredam melalui mekanisme harga di pasar.

• Cara 2
– memasukan perhitungan kuantitatif dari proyeksi dampak kebijakan yang diambil terhadap lingkungan.
– Efisiensi di sini tidak hanya diukur dari perhitungan cost-benefit yang hanya menghitung hasil kuantifikasi aspek politik, sosial, dan ekonomi tetapi juga kuantifikasi dari aspek-aspek lingkungan.
– Ini diharapkan akan memunculkan kebijakan yang tidak hanya lebih efisien tetapi juga lebih ramah lingkungan dalam satuan ukur efisiensi.
• Cara 3
– Dalam suatu kelompok, apabila mengambil keputusan sebaiknya dengan musyawarah dan tidak mementingkan diri sendiri karena pada dasarnya manusia ingin untung sendiri (egois) tapi lebih karena keuntungan bersama seperti keuntungan perusahaan. Jadi untuk menganalisis cost benefit dipilih orang yang benar-benar kompeten dan royal terhadap perusahaannya sehingga keputusan yang diambil lebih efektif dan efisien.
• Cara 4
– Karena pada cost benefit analysis umumnya dilakukan di Negara kapitalis, maka di Indonesia hal ini kurang cocok. Tapi karena saat ini perdagangan global sudah dimulai, maka Indonesia mau tidak mau harus ikut. Agar cost benefit analysis lebih cocok bagi Indonesia maka sebaiknya dalam perhitungannya memasukan hal-hal seperti keadaan masyarakat Indonesia saat ini baik dari segi ekonomi, politik, sosial budaya, pendidikan dan sebagainya. Disini juga harus dipikirkan kemampuan membeli masyarakat Indonesia yang sebagian besar masih masyarakat miskin (±80%).
– Indonesia merupakan sebuah Negara berkembang, sehingga dalam system moneternya masih bergantung pada pihak luar. Hal ini juga yang harus dianalisis dalam perhitungan cost benefit analysis agar Indonesia tidak selalu terpengaruh oleh iming-iming pihak luar yang tidak menguntungkan masyarakatnya dalam jangka panjang tapi hanya menguntungkan pada jangka pendek.

Sumber:
http://www.wikipedia.org/wiki/cost-benefit analysis. senin, 9 November 2008
http://www.google.com/cost benefit analysis/. senin, 9 November 2008.

Iklan

~ oleh chezpiere53 pada Februari 9, 2009.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: